Teknik Menjaga Kesehatan Cara Masjid


 

Selain berwudhu dan berthaharah, saudara-saudara kita yang sering ke masjid, ada ikhtiar lain dalam menjaga kesehatan.

Mengunyah beberapa butir garam itu Sunnah Rasulullah SAW. Sunah ini tertuang dalam hadis Rasulullah kepada Ali bin Abi Thalib RA.

Rasulullah SAW bersabda, ” Ya Ali, mulailah makan dengan garam dan akhirilah dengan garam pula, karena dalam garam terkandung obat dari tujuh puluh macam penyakit, di antaranya adalah gila, kusta, lepra, sakit perut (segala macam penyakit yang berkaitan dengan perut) dan sakit gigi.”

Dimasjid tempat saya menimba ilmu. Minum air bening ditaburi seujung kuku garam bagian dari pengobatan.

Plus air hujan yg dl Al Qur’an adalah membuang pengaruh buruk dan membersihkan. Dalam Surah Al-Anfaal ayat 11 Allah Swt berfirman yang artinya, “Ingatlah ketika Dia menjadikan kamu mengantuk sebagai ketenteraman dari-Nya dan Allah menurunkan Hujan dari langit kepada kalian untuk menyucikan kalian dengan Hujan itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari kalian, juga untuk menguatkan hati kalian dan memperteguh telapak kaki kalian.”

Semua itu diproses dengan taawudz, basmallah dan syahadatain, kemudian berdo’a memohon izin Allah SWT agar media tsb menjadi obat dan mohon kesembuhan. “Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.” [QS Asy Syu’ara: 80]

Jadi kembali lah ke masjid dan pesantren. Islam sudah banyak mengembangkan IPTEK dg meng compact aqli dan naqli

Insya Allah orang mukmin sehat dan kuat. Allah SWT adalah pelindung org2 beriman ”Allah Pelindung orang-orang yang beriman…. ” (QS. Al-Baqarah: 257).
“… Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.” (QS. Ar-Ruum: 47).

Imam Muslim ‘merekam’ sebuah hadits dari Jabir bin ‘Abdullah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah ﷺ, bahwasannya beliau bersabda,

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءُ، فَإِذَا أُصِيْبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ

“Setiap penyakit ada obatnya. Apabila obat itu tepat untuk suatu penyakit, penyakit itu akan sembuh dengan seizin Allah ‘Azza wa Jalla.”

By ER at Jati Asih


Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*