Rizanto Binol: UKM ISMEA Harus Fokus Pada Satu Produk Untuk Membangun Brand


 

Ditulis oleh: Alif HA

Setelah sukses dalam serial webinar pertama dengan tajuk “Membangun Brand dan Reputasi”, Indonesia Small Medium Enterprises Association (ISMEA) kembali mengadakan serial webinar keduanya pada hari Rabu, 24 Juni 2020 yang diikuti puluhan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebagai pembuka, ketua ISMEA, Dr. Endang, mengemukakan bahwa Saat ini UMKM memegang peranan penting dalam struktur perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia sektor UMKM mendominasi 99,9 % unit bisnis di Indonesia. Dari angka itu, UMKM paling banyak menyerap tenaga kerja hingga 87 %. Sehingga menurutnya perlu adanya dorongan atau support dari berbagai pihak, tidak hanya pemerintah, untuk membangun ekosistem yang baik bagi pelaku UKM di Indonesia.

Rizanto Binol yang juga sebagai Co-Founder Kinanti Strategic Communication kembali didapuk sebagai pemateri dengan memberikan pemaparan sangat menarik yang mengusung tema “strategi pemasaran”. Menurutnya pemasaran 100% bukan penjualan, distribusi maupun perdagangan. Ada 8 konsep inti dalam pemasaran, meliputi: a) kebutuhan, keinginan dan permintaan, b) pasar sasaran, positioning, dan segmenntasi, c) penawaran dan brand, d) nilai dan kepuasan, e) saluran pemasaran, f) supply chain, g) persaingan, dan h) lingkungan pemasaran. Hal lain yang menjadi penekanan yaitu pentingnya UKM dalam memfokuskan traget pasar tujuan. Spesifikasi target pasar tujuan menjadi sangat penting dan erat kaitannya dengan biaya dan saluran komunikasi yang akan digunakan, semakin spesifik target pasar maka akan semakin rendah biaya komunikasi dan jelas saluran komunikasi apa yang akan digunakan. Singkatnya, efisiensi dan efektifitas menjadi hal yang sangat penting bagi UKM dalam melakukan strategi pemasaran produknya.

Webinar yang berdurasi sekitar dua jam tersebut ramai disambut dengan berbagai pertanyaan yang diajukan peserta. Salah satu pertanyaan yang sangat menarik adalah bagaimana UKM yang memiliki lebih dari satu jenis produk? untuk pertanyaan tersebut, Rizanto Binol menjawab dengan lugas bahwa untuk memulai atau merintis usaha, UKM disarankan untuk fokus satu produk saja, jika satu produk sudah berhasil maka boleh memunculkan produk lain, Unilever contohnya. Dengan hanya fokus pada satu produk, akan mempermudah dalam melakukan branding dan menentukan strategi pemasaran yang akan digunakan.

Endang mengatakan bahwa era palugada bagi UKM mungkin perlu dievaluasi ulang, selain menyita energi juga dana. Dengan fokus satu produk UKM bisa berproduksi lebih efisien, tinggal bagaimana berinovasi dalam varian.

Kedepan masih ada tiga serial webinar yang akan diadakan ISMEA dengan tema yang sangat menarik. Mulai dari strategi promosi, menyusun cerita dan mengukur keberhasilan. Dengan adanya pelatihan dan pendampingan ini, diharapkan para peserta UKM nantinya dapat menerapkan ilmu yang didapat pada usahanya masing-masing, sehingga dapat berkompetisi dan mengembangkan usahanya dengan manajemen yang lebih baik. *aha.


Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*