Memperingati Hari Koperasi Internasional 4 Juli 2020.


Sabtu Pertama Bulan Juli
Catatan Bayu Krisnamurthi 2 Juli 2020

Jika lazimnya peringatan suatu kejadian atau hal penting ditandai dengan tanggal yang tertentu, tidak demikian dengan peringatan Hari Koperasi Internasional. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menetapkan International Day of Cooperatives pada “Sabtu Pertama Bulan Juli”, yang tahun 2020 ini ‘kebetulan’ jatuh pada tanggal 4 Juli. PBB baru mengadopsi hari koperasi pada tahun 1995, meski peringatan itu sebenarnya telah ada sejak tahun 1923.

Koperasi memang memiliki sejarah yang panjang. Catatan tertua menunjukkan koperasi telah ada sejak 1761 di Skotlandia. Momen penting dalam sejarah koperasi dicatatkan oleh organisasi dari kota kecil Rochdale, di Lanchire, Inggris. Organisasi yang didirikan tahun 1844 oleh sekitar 28 orang yang peduli berusaha untuk menyediakan alternatif produk makanan dan hal-hal lain yang dibutuhkan masyarakat, dengan cara penjualan yang jujur, terbuka, dan dengan menghormati pembeli yang kemudian menjadi anggota, sehingga kemudian organisasi juga dapat membagi keuntungannya kepada pembeli itu. Tujuan utama pengaturan tersebut adalah untuk memberi manfaat (benefit) maksimum bagi masyarakat. Sejak saat itu koperasi mulai berkembang ke seluruh dunia, dan organisasi Rochdale dikenal sebagai awal dari lembaga dan gerakan koperasi modern.

Tahun 1895 dilahirkan Aliansi Koperasi Internasional (ICA) oleh perwakilan koperasi dari 13 negara, yang saat itu didominasi oleh wakil- wakil dari Eropa, dengan koperasi dari India sebagai satu-satunya wakil dari Asia. Saat ini terdapat 312 organisasi dari 109 negara yang menjadi anggota ICA. Dan ICA lah yang kemudian meminta dan berusaha agar gerakan koperasi dapat diakui dan dilibatkan oleh organisasi-organisasi PBB dalam turut mengusahakan kehidupan dunia yang lebih baik, sehingga PBB kemudian ikut mengakui adanya Hari Koperasi Internasional.

Koperasi telah melangkah jauh sejak Rochdale. Untuk menyusun  laporan tahunan kondisi perkoperasian dunia yang terbit Januari 2020, ICA mengumpulkan data dari 4575 koperasi; 1152 koperasi dari Eropa, 3218 dari Amerika, 197 dari Asia Pasifik, dan 8 dari Afrika; sesuai persebaran dari perkembangan koperasi diberbagai belahan dunia. Data yang diperoleh menunjukkan pencapaian koperasi yang sangat mengesankan.

Dari 4500an koperasi itu, 300 koperasi yang terbesar mampu membukukan omset (nilai usaha) senilai USD 2 trilyun, atau sekitar Rp 30.000 trilyun; setara dengan ‘ekonomi nomor 6 terbesar di dunia’, atau hampir dua kali lipat PDB Indonesia 2019 yang mencapai sekitar Rp 16.000 trilyun. Rata-rata koperasi ‘top 300’ itu memiliki perputaran kegiatan usaha sekitar Rp 100 trilyun per tahun. Jumlah anggota yang dilayani koperasi diseluruh dunia saat ini mencapai sekitar 1 milyar orang, dan menciptakan sekitar 10% kesempatan kerja.

Masih dari ‘top 300 world cooperatives’, ternyata 39% dari koperasi- koperasi besar itu bergerak di jasa keuangan, 32% di agribisnis, 18% di grosir dan retail, dan sekitar 10% bergerak diberbagai usaha mulai dari perbankan, jasa keuangan, kesehatan, pendidikan, dan industri. Dapat disebutkan ‘top 5 world cooperatives’ adalah Agricole, Perancis, lembaga keuangan (omset USD 96 milyar), BPCE Perancis, bank dan asuransi, (omset USD 59 milyar), REWE Group, Jerman, supermarket, (omset USD 55 milyar), BVR Grup, Jerman, lembaga keuangan (omset USD 55 milyar), dan Zenkyoren, Jepang, lembaga keuangan mikro (omset USD 52 milyar). Koperasi agribisnis terbesar adalah Zen-Noh, Jepang (omset USD 41 milyar) dan Nonghyup, Korea (omset USD 39 milyar).

Informasi itu memang belum memasukkan faktor bencana wabah Covid, namun ditunjukkan bahwa setidaknya sebelum Covid, bisnis-bisnis koperasi telah berjalan dengan baik dan menguntungkan.

Peringatan Hari Koperasi Internasional 2020, mengambil tema Cooperatives for Climate Action, dalam kerangka Cooperatives for SDGs. Gerakan koperasi menyadari sepenuhnya bahwa kemanusiaan sedang dalam kepedihan yang dalam akibat wabah Covid. Namun gerakan itu memandang bahwa manusia mengalami krisis ekstrim dibidang kesehatan, ekonomi dan sosial akibat guncangan wabah adalah karena dunia memang berada dalam situasi sangat rentan disebabkan kesenjangan sosial ekonomi yang besar dan ketidak seimbangan lingkungan akibat tindakan dan perilaku manusia sendiri, terutama dalam beberapa dekade terakhir. ICA mengutip laporan PBB bahwa sejak tahun 1990an emisi karbon dioksida telah meningkat 50%, dan terdapat 800 juta orang yang rentan menghadapi kekeringan parah, keracunan polusi udara, kenaikan air muka laut, dan bencana alam yang kian sering terjadi.

Gerakan koperasi internasional telah menyatakan tekadnya untuk melindungi dan membantu masyarakat mengatasi perubahan iklim, meskipun menyadari bahwa situasi dan kondisi dengan adanya Covid19 akan membuat perjuangan itu menjadi jauh lebih sulit. Koperasi- koperasi meyakini bahwa usaha menjaga kehidupan di dunia, apakah dari perubahan iklim atau akibat turunannya berupa wabah; membutuhkan aksi kolektif dan kooperatif. ‘One-man-one-vote’nya koperasi dipandang setara dengan ‘no-one-left-behind’nya aksi iklim dan SDGs.

Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Koperasi Indonesia juga akan memperingati Hari Koperasi Indonesia 12 Juli ini. Koperasi telah mendapat tempat sangat terhormat dengan landasan konstitusi yang kuat dan wujud operasional yang nyata dengan adanya kementerian yang mengurusinya. Sayangnya, koperasi Indonesia masih menghadapi masalah dan kendala yang ‘itu-itu’ juga. Mungkin jika koperasi Indonesia dapat lebih tegas lagi mengedepankan tekad dan gerak langkahnya berkorban untuk melindungi dan membantu masyarakat yang lebih luas, tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, mungkin justru akan membuat koperasi Indonesia dapat lebih berkembang lagi.-

 

 

Selamat Hari Koperasi.

Bayu Krisnamurthi, Pembina Koperasi Bina Swadaya Nusantara (KBSN), koperasi yang memberikan pelayangan keuangan mikro dan pemberdayaan bagi sekitar 6000 usaha mikro, seluruhnya perempuan.


Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*