Kunjungan Tim Institut Teknologi Indonesia ke Kelompok Usaha “Kripikan” dan “Minuman Segar” ISMEA Cileungsi Kabupaten Bogor.


DR. Ir. Iyus Hendrawan, MSi, IPU

DR. Ir. Iyus Hendrawan, MSi, IPU, Kamis 6 Agustus 2020 melakukan kunjungan ke kelompok usaha “Kripikan” dan “Minuman Segar'” dari anggota ISMEA Cileungsi Kabupaten Bogor. Para pengusaha Kripikan terdiri dari produsen berbagai jenis produk kripik seperti kripik pisang, singkong, ketela dan talas. Ada juga yang termasuk camilan milenial kripik dan stik bawang serta tempe sagu. Dari kelompok usaha minuman segar, memproduksi susu kedelai, susu kacang ijo, jamu gendongan seperti, uwuh, jahe, temulawak, kunyit asem. Minuman milenials juga ikut diproduksi seperti teh tarik, yoghurt dan kefir. Kelompok usaha ini pun masih bervariasi dalam tingkatan sertifikasi maupun teknologi produksi dan kemasan.

Kunjungan berkala dari tim ITI ke kelompok-kelompok usaha ISMEA sangat berarti. Para UKM ISMEA semakin terbuka wawasannya tentang perkembangan teknologi yg bisa digunakan untuk melancarkan proses produksi dan pemasarannya. Seringkali kendala alat dengan teknologi sederhana yang dibutuhkan UKM langka dan sulit didapat, kalau pun ada harganya belum terjangkau. Keunikan produk dan tipe handmade pada produk UKM, menuntut proses produksi nya juga sering tidak bisa dipaksakan sesuai standar umum. Contoh yang dialami Firda produsen Tempe sagu yang proses produksinya harus satu langkah satu langkah, untuk menjaga tekstur, kerenyahan dan kualitas rasa. Demikian dengan Sami produsen kripik ketela dan talas yang alat pemotong nya harus melalui proses kontrol yang teliti agar ketebalannya tetap sesuai dengan syarat kualitas produksi nya. Proses goreng dan proses panggang tidak bisa dikenakan untuk semua jenis kripik. Masing-masing memiliki prosesnya sendiri, untuk menghasilkan rasa yang khas ketela dan talas.

Yulia produsen kripik pisang sebagai ketua kelompok “Kripikan” mengordinir kelompoknya dalam memberikan masukan dan menjelaskan permasalahan kelompok nya kepada Tim ITI. Kelompok “Minuman Segar’, dikoordinir oleh Cintia produsen susu kedelai dan kacang ijo.

Ketua Umum ISMEA, Endang Rudiatin mendampingi anggotanya dalam kunjungan tersebut. Ia berdiskusi dan membuat tata kelola dengan tim ITI untuk memenej setiap kegiatan para UKM dan kelompoknya yang berkesinambungan tidak hanya bagi kelompok UKM tersebut, melainkan juga bagi anggota organisasi ISMEA secara keseluruhan. Endang berharap setiap kemajuan satu atau beberapa anggota ISMEA ikut menarik kemajuan anggota2 yang lain, saling berinterferensi.

Kunjungan diakhiri dengan penandatanganan kemitraan antara tim ITI dengan 2 kelompok usaha tersebut. Di akhir pertemuan doktor Iyus menyarankan koperasi ISMEA Sukses Makmur diaktifkan utk membantu kelancaran pengadaan alat produksi bagi anggota.



Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*