ISMEA: Diseminasi Teknologi Aloe Vera Salah Satu Solusi Masalah UKM-IKM

Ki-ka: Wenny Diah Rusanti, SE ., MT., Dr. Ir. Tri Yuni Hendrawati, M.Si., IPM, Dr. Endang Rudiatin, M.Si. dan Dr. Ir. Ratri Ariatmi Nugrahani, M.T
Ki-ka: Wenny Diah Rusanti, SE ., MT., Dr. Ir. Tri Yuni Hendrawati, M.Si., IPM, Dr. Endang Rudiatin, M.Si. dan Dr. Ir. Ratri Ariatmi Nugrahani, M.T

Para peserta pelatihan mendapatkan sertifikat

Kamis 31 Oktober 2019, produsen Aloe Vera ISMEA mengikuti workshop Diseminasi Teknologi yang diselenggarakan oleh tim peneliti Fakultas Teknik Prodi Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Jakarta. Penelitian yang berjudul “Perancangan Produksi dan Kelayakan Ekstrak Aloe Vera dan Diversifikasi Produk Kosmetik dan Bahan Baku Farmasi Skala IKM” telah diujicobakan pada April 2019 pada produsen kosmetik ISMEA, Pitoe Natural dan Khaya Botanical. Endang Rudiatin ketua umum ISMEA dalam pengarahan presentasinya memperjelas arah gerakan organisasi pada produksi-produksi makanan, minuman dan kosmetik sehat, hygienis, halal dan thoyyib. Penggunaan bahan baku diupayakan berasal dari kekayaan alam lokal Indonesia untuk mengganti bahan sintetis dan kimiawi yang tidak aman untuk sebagian konsumen. Misal emusifier dalam es krim, ekstrak jel dalam kosmetik.

Ketua umum ISMEA dan Dr. Tri Yuni Hendrawati sedang memberikan presentasi.
MOU ISMEA dan Prodi Teknik KImia FT UMJ

Ketua umum ISMEA juga membeberkan beberapa UKM-IKM ISMEA pernah diikutsertakan dalam kompetisi tenant BPPT tetap kalah disebabkan inovasi teknologi nya masih minim. Gayung bersambut ketika Fakultas Teknik UMJ Prodi Teknik Kimia menawarkan kolaborasi dalam diseminasi teknologi yang kemudian dilanjutkan dengan MOU 5 Desember 2018.

Dr. Tri Yuni Hendrawati, M.Si, IPM dan Dr. Ratri Ariatmi Nugrahani, MT beserta tim mempresentasikan bahan tambahan organik hasil temuan mereka bagi pengolahan produk berbahan Aloe Vera baik untuk kosmetik maupun makanan dan minuman.

Pia produsen kosmetik ISMEA dari Pitoe Natural melakukan demonstrasi pengolahan ekstrak jel Aloe Vera didampingi para peneliti tersebut.

Semua peserta workshop yang merupakan IKM ISMEA sangat antusias dan jadi bersemangat untuk melakukan inovasi teknologi bagi produk nya ke depan. Bahkan Bambang Ismail dari Fafa Aloe Vera sudah membuat produk minuman dalam bentuk butiran, menyatakan kesulitan produksi secara manual dan memohon diberikan solusi. Para peneliti berjanji akan membantu mencarikan solusi bagi permasalahan IKM dan akan dikolaborasikan dengan mitra terkait.

Demo pengolahan jel Aloe Vera oleh Pia dari Pitoe Natural

Hadir juga PT Agriland pekebun Aloe Vera dari Bogor yang selanjutnya akan bermitra dengan para IKM untuk pengadaan bahan baku Aloe Vera. Suatu sinergitas yang berkelanjutan bagi ISMEA maupun UMJ.

ISMEA juga mengikutsertakan dalam workshop ini, para pengusaha mahasiswa yang baru dibentuk satu tahun ini. Endang mengharapkan kehadiran pengusaha mahasiswa dapat mempercepat proses inovasi bagi UKM ISMEA. Pengetahuan mahasiswa terhadap teknologi bisa saling support dengan para IKM lainnya.

Ia pun berharap UMJ dan PT Agriland bisa ikut mendukung Pameran ISMEA MULTIPRODUK INDONESIA ASLI yang akan digelar bulan Desember 2019.

Acara Workshop diakhiri dengan kurasi produk calon tenant pameran ISMEA tersebut, oleh Dahlia Fruta Food Indonesia, didampingi Dr. Ratri dan Wenny, SE, MT

Komunitas Pengusaha Mahasiswa ISMEA

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*