Inovasi Teknologi Produk Pangan Lokal


Oleh :Putri Rahayu Rizky

Acara Klinik bisnis dan Kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Para dosen Kewirausahaan Universitas Muhammadiyah Jakarta bekerja sama dengan ISMEA, UKM PW Aisyiyah DKI Jakarta, platform Digital marketing Xpooz.id dan UMJ Halal Centre pada 28 November 2021, juga menjadi ajang pelatihan para studentpreneur penerima Beasiswa Cendekia Baznas. Selain mengikuti pelatihan “Inovasi Teknologi Tepung Telur”, mereka ditugaskan untuk menulis essay tentang kegiatan tersebut. Narasumber pelatihan dari Balaj Besar Litbang Pasca Panen Kementerian Pertanian Maulida Hayuningtyas, STP, M.Si.

Dari sekian banyak pemanfaatan teknologi yang diterapkan dalam kehidupan manusia modern, teknologi pangan menjadi salah satu terobosan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan kita saat ini. Secara singkatnya teknologi pangan adalah sebuah riset pengetahuan ilmiah yang bertujuan dalam meningkatkan pemanfaatan sekaligus nilai tambah dalam proses pegolahan bahan pangan dengan memanfaatkan teknologi. Berangkat dari fakta bahwa populasi manusia yang kian bertambah maka dalam beberapa tahun kedepan kebutuhan pangan manusia akan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu.

Produk pangan lokal Indonesia sangat melimpah.  Biasanya, produk pangan lokal ini berkaitan erat dengan budaya masyarakat setempat.  Oleh karena itu, produk-produk ini kerap kali juga menyandang nama daerah, sebagai misal, dodol garut, jenang kudus, gudek jokya, dan lain-lain.

Beraneka ragam dan jumlah yang sangat besar dari  produk pangan lokal tersebut, tentu sangat potensi dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. Terwujudnya kemandirian pangan suatu daerah atau negara, dengan sendirinya akan mempercepat tercapainya ketahanan pangan nasional.

Namun demikian, hingga saat ini, produk pangan lokal belum mampu menggeser beras dan tepung terigu yang mendominasi makanan di Indonesia. Salah satu penyebabnya  adalah  rendahnya  inovasi  teknologi  terhadap  produk  pangan  lokal. Kalaupun mulai  ada  kreasi  terhadap  produk  pangan  lokal,  seperti  Cassava  Vruitpao (Bakpao yang terbuat dari singkong), steak kampung Mucuna Crspy (steak berbahan baku kara benguk), rasi (nasi dari singkong), brownies dari singkong, dan lain-lain.   Namun jumlahnya  masih  dirasakan  sangat  terbatas.  Sehingga  pangan  lokal  belum  mampu menarik minat konsumen untuk mengkonsumsinya.

Di sisi lain, di era globalisasi saat ini, permintaan konsumen akan produk pangan terus berkembang.  Konsumen tidak hanya menuntuk produk pangan bermutu, bergizi, aman, dan lezat, namun juga sesuai selera atau bahkan dapat membangkitkan efek gengsi atau berkelas bagi yang mengkonsumsinya. Oleh karena itu, inovasi atau kreasi terhadap produk pangan tidak hanya terfokus pada mutu, gizi, dan keamanan semata. Namun aspek selera konsumen (preferensi) juga patut dipertimbangkan. Dalam artikel ini akan dibahas inovasi teknologi terhadap  produk  pangan  lokal   yang   mengedepankan  preferensi  konsumen  guna mempercepat ketahanan pangan.

Belajar tentang teknologi pangan juga memberikan kita peluang yang sangat luas dalam bidang bisnis. Yang pertama yaitu bisnis produksi tahu dan tempe. Meskipun tahu dan tempe sering dicap sebagai “makanan kampungan” atau “makanan desa”, sebenarnya kedua makanan ini terlahir dari teknologi pangan. Dan seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kebiasaan makan sehat, tak heran jika peluang bisnis produksi tahu dan tempe menjadi ide yang sangat layak untuk kita. Sebab, peminat tempe dan tahu tak hanya konstan, tapi juga malah terus meningkat.

Yang kedua yaitu bisnis produksi roti. Produk pangan lainnya yang lahir berkat adanya teknologi pangan adalah roti. Apalagi, roti bisa Anda kreasikan dengan berbagai rasa atau isian untuk menarik minat banyak pembeli. Tak hanya itu saja, roti juga merupakan sumber karbohidrat yang cenderung lebih praktis dan mudah untuk dikonsumsi dibandingkan nasi. Anda pun bisa fokus pada bisnis produksi roti gandum atau jenis roti lain kaya serat yang saat ini tengah populer.

Kemudian yang berikutnya yaitu bisnis produksi minuman olahan. Tak hanya makanan, teknologi pangan juga berpengaruh besar pada perkembangan industri minuman. Apalagi, teknologi pangan tak hanya berkutat dengan proses produksi makanan atau minumannya saja, tapi juga pengemasan. Pilihan produk minumannya juga sangat beragam, mulai dari minuman herbal, kopi susu kekinian, teh melati maupun teh herbal, dan masih ada banyak lagi variannya.

Lalu ada bisnis produksi olahan ikan. Selain makanan dari bahan baku nabati, teknologi pangan juga diterapkan dalam industri makanan yang berbahan baku hewani. Contohnya bisnis produksi makanan hasil olahan ikan, seperti terasi, ikan kering, ikan asin, maupun ikan kalengan. Tentunya pengolahan makanan dari bahan dasar hewani cukup berbeda dari bahan dasar nabati, yang bisa Anda pelajari lebih mendalam di bidang teknologi pangan. Maka dari itu penting sekali untuk kita terus berinovasi dalam mengembangkan suatu bisnis produk terkhusus dalam inovasi teknologi pangan. Karena negara kita ini memiliki sumber daya alam yang sangat beragam. Dan kita di era modern ini dituntut untuk bisa adaptif untuk bisa bertahan hidup.

sumber :

https://www.suara.com/tekno/2021/10/25/071104/apa-manfaat-dari-teknologi-pangan-dalam-kehidupan-modern?page=all

http://repository.ut.ac.id/2360/


Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*