Hari Raya Iedul Fitri 1441H Yang Istimewa

Lebaran 1441H

اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ

“Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaahaillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd

“Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar, Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar Allah maha besar dan segala puji bagi Allah”

 

Para sahabat ISMEA, Alhamdulillah kita sudah melewati bulan Ramadhan dengan penuh keprihatinan dan perjuangan. Ramadhan 1441 H ini sungguh berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, ini bulan Ramadhan yang istimewa. Allah SWT datangkan ujian berupa wabah yang membawa perubahan dalam segala bidang kehidupan terutama dalam beribadah kepada Allah SWT.

Para sahabat ISMEA yang dikasihi Allah Yang Maha Rahman dan Maha Rahim. Tradisi, Kebiasaan dan Keyakinan masyarakat di sekeliling kita sungguh sudah melekat, sehingga masih ada di antara kita yang tetap sholat Jum’at, tetap terawih, tetap mudik, walau ada aturan “jaga jarak”, “di rumah saja”. Kita sungguh memahami mengapa demikian, karena kegalauan, kesempitan usaha karena wabah tak bisa lebur sebelum mengunjungi rumah Allah SWT. Itulah keyakinan namanya.

Ada juga diantara kita yang tetap berkunjung ke rumah orang tua-tua, atau mudik, karena tidak kuat melihat para sepuh yang biasa sendiri, dan selalu menunggu datangnya hari raya hari dikunjungi anak cucu. Atau para saudara dan tetangga yang selalu berharap ada sesuatu bawaan baru. Bukan pemberian nya yang ditunggu tapi “kebiasaan mendapat pemberian” itu bermakna mereka dipedulikan, menjadi bagian dari si pemberi. Bagi para pejabat daerah dan para medis itu memperpanjang waktu pemutusan penularan virus. Laahaulawalaquwwata ilabillah. Mungkin ada juga yg berbeda, kita doa’kan semoga Allah SWT selalu menunjukkan jalan kebaikan kepada saudara saudara tersebut. Kita support kebiasaan ini bila diyakini sebagai amar ma’ruf, sebagai bentuk Ihsan kepada orang tua dan sesama. Allah SWT sangat suka perbuatan-perbuatan itu. Insya Allah akan selalu memberikan keselamatan dan perlindunganNya bagi yang beramar ma’ruf. Tetapi bagi yang hanya ikut-ikutan, tetaplah #di rumah saja# #jaga jarak# #pakai masker# karena hanya akan membawa kemudharatan. Sayangi para tenaga medis, saudara-saudara kita. Mereka berjuang untuk kesehatan kita, kesembuhan kita dan juga menjaga nyawa kita.

Sahabat ISMEA, para UKM-IKM yang tangguh dan kuat. Selama pasaran sepi, order sepi, kami acungi jempol, para sahabat segera menyesuaikan keadaan, beralih produksi dari body care jadi sanitizer, dari homewash jadi disinfektan. Dari produksi fashion jadi masker dan APD, tanpa disuruh tanpa komando. Bukti para UKM-IKM dalam intuisi bisnis sebetulnya tidak kalah dengan pengusaha-pengusaha besar. Kalian hebat, pejuang di masa krismon dan pejuang di masa wabah. Semoga menjadi persaksian bahwa para UKM-IKM adalah pejuang ekonomi negara yang sangat kerap diabaikan dan dipandang sebelah mata. Hanya karena tak ada catatannya dan tak tercatat dalam data statistik ekonomi. Ketika PHK, ketika orang-orang macet usahanya, kemana lagi mereka berpaling? Mereka bergabung dengan kita para sahabat dan kita selalu welcome, tak pernah merasa ada pesaing baru. Inilah Ekonomi Kerakyatan, bila para sahabat tahu. Para sahabat lah yg menopang perdagangan kecil-kecil ini. Perdagangan kebutuhan sehari-hari, primer juga sekunder. Semoga di hari raya Iedul Fitri ini semua amal ibadah dan amal usaha para Sahabat ISMEA dicatat dan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT, diberi kemenangan dan bertambah ketaqwaan. Dan pertolongan Allah SWT selalu ada bagi orang-orang yang taqwa.

Selamat merayakan hari raya Iedul Fitri 1441 H berbahagia bersama keluarga dan karib kerabat, dan diberi kesehatan dan kesembuhan dari segala penyakit. Dihindarkan dari wabah dan Mari sama-sama kita berdo’a agar wabah ini segera berakhir.

Taqabbalallahu minna wa minkum. Taqobbal yaa Kariim

Mohon maaf lahir dan batin.

Endang Rudiatin
Ketua Umum ISMEA


Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*