CARILAH KEBERKAHAN BUKAN HANYA KEUNTUNGAN.


  1. By Endang Rudiatin

Ketum Indonesia Small Medium Enterprises Association (ISMEA) http://news.ismea.net
&PIBK UMJ bidang pengembangan bisnis dan kewirausahaan

Para sahabat, mengapa kita perlu berkomunitas? Karena kita butuh orang lain untuk bisa berjalan mencapai tujuan, untuk bisa bergerak maju. Manusia ditakdirkan hidup dalam komunitas. Di dalam komunitas tersebut semua saling berfungsi dan memberi manfaat satu sama lain. Dan saling mengisi kekurangan satu sama lain. Tidak ada manusia yang bisa maju dan bergerak sendirian. Demikian halnya dalam menjalankan bisnis. Tanpa ada pemasok barang, tanpa ada mitra kerja kita tidak mungkin bisa melakukan segalanya. Kita butuh bahan baku, kita butuh ahli kemasan, kita butuh pembuat iklan, kita butuh informasi dan kita juga butuh mendapat ilmu. Itu sebab ada istilah barang dan jasa dalam dunia bisnis. Kita butuh jasa orang lain utk bisa bekerja sesuai dengan target.

Untuk bisa tetap selaras dan harmonis dalam komunitas, dibutuhkan komitmen dan kerjasama. Yang paling menentukan suatu komunitas itu semakin solid dan kokoh adalah kesetikawanan (lihat sekelompok/sekawanan hewan, saling membantu dan menjaga utk bisa tetap hidup).

Para sahabat, komunitas usaha dibangun bukan hanya untuk arena jual beli saja. Komunitas dibangun agar para anggotanya memiliki sikap-sikap entrepreneur yang teguh memegang komitmen, bisa dipercaya dan dapat diandalkan sebagai mitra/pelanggan.

Rasulullah SAW pernah menjadi seorang pedagang yang sangat disenangi oleh para pelanggannya karena kejujuran dan sikap dapat dipercaya. Pelanggan membutuhkan pedagang yang dapat diandalkan ketika harus membeli suatu barang yang diinginkan. Kualitas yang sesuai harga (pembeli yang awam terhadap kualitas perlu diyakinkan dan didukung dalam memilih).

Zaman now sikap seperti itu adalah sikap bisa menjaga komitmen, menghornati pelanggan maupun mitra, dengan tidak ada keinginan utk mau untung sendiri, tidak peduli dengan ekspektasi/harapan para pelanggan maupun mitra terhadapnya. Sehingga pelanggan pun mau menerima apa saja yang ditawarkan pedagang, sebab dia tau tawaran itu dapat dipercaya.
Sikap-sikap tersebut akan membangun budaya entrepreneur sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW. Berdagang itu bukan hanya mencari untung, tapi berdagang adalah suatu sistem sosial ekonomi untuk mendatangkan rezeki dan keberkahan. Teman sejati adalah berkah, pelanggan yang fanatik adalah berkah. Keuntungan hanya saat transaksi. Sedangkan keberkahan terus menerus datangnya.

Jadilah entrepreneur yang berkomitmen dan terpercaya serta dapat diandalkan.


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*