Tanggapan Ketum ISMEA ttg MOU Indonesia-Saudi Arabia untuk UKM.



Dari 6 poin MOU Indonesia-Saudi Arabia, ada 5 point yg memfokuskan pada pelatihan dan informasi. Baru pada poin ke 6 disebutkan ttg peluang pasar. Dr business matching yg pernah diikuti dg negara timteng termasuk SA kebanyakan mereka yg mencari pasar utk barang komoditi nya. Seperti teh, kurma dll. Peluang busana muslim bisa jd besar tetapi yg bentuknya garments. Pengalaman teman yg produsen handmade busana, mungkin kurang begitu prospek krn harganya blm proporsional.

Pasar retail yg menjd visi 2030 SA perlu dipelajari spt apa bentuknya. Sebab dr bkpm, PMA hanya distributor. Toko retail dikelola pengusaha Indonesia. Jgn justru Indonesia kebanjiran retail dr SA spt halnya dr Cina. Sdh cukup ukm Indonesia sengsara dg banjirnya produk Cina, Taiwan dan Korea. Pemerintah Indonesia belum maksimal melindungi produksi UKM Indonesia juga melakukan pembelaan terhadap produk heritage.

Kementerian Koperasi dan UKM belum berhasil memberi jalan keluar bagi UKM menghadapi ancaman pasar retail brg2 luar negeri.

Semoga MOU th ini dg SA bisa lebih menguntungkan dan ada harapan bagi ukm Indonesia utk bisa meluaskan pasar nya.


Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*