AGENDA TAHUNAN ISMEA: GELAR MULTIPRODUK ASLI INDONESIA ++


 17 Desember 2019, ISMEA kembali menggelar produk-produk unggulan anggotanya yang terdiri dari berbagai jenis, craft, fashion, kosmetik, home cleaning, kuliner kering maupun kuliner frosen. Bila tahun tahun sebelumnya, ISMEA menggelar produk Batik, craft dan kosmetik dalam Gebyar Batik 2016 dan Batik &Craft 2017, disebabkan industri rumah tangga kuliner anggotanya juga mulai berkembang, tahun ini digelar multiproduk.

Disebut agenda tahunan ISMEA, sebab dalam pameran ini semua anggota produsen ISMEA dar berbagai jenis produk  hadir mempromosikan produk-produk unggulannya. Tahun 2019 ini berpartisipasi 55 IKM dari 300 UKM-IKM anggota ISMEA.  Acara diselenggarakan bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian yang memfasilitasi Plasa Industri sebagai tempat pameran. Di sela-sela pameran ISMEA juga mengadakan diskusi panel dan temu mitra.  Dalam setiap pameran ISMEA selalu mengundang para pakar, para pembuat kebijakan, praktisi, penggiat dan pendamping dengan maksud, selama para anggota UKM-IKM ISMEA berpromo dan memasarkan produk-produknya, mereka berdiskusi, bertukar pikiran dan pengalaman, membincangkan kemajuan dan kemudahan yang memungkinkan bagi IKM. Semoga dari hasil diskusi diskusi 4 hari ini, banyak gagasan dan rencana bagi memajukan IKM.

ISMEA singkatan dari Indonesia Small Medium Enterprises Association. Sebuah perkumpulan para produsen usaha kecil menengah yang bermarkas di Jakarta Timur,  memiliki beberapa cabang, a.l. Jakarta, Bogor-Depok, Tangerang-Cilegon,  Bekasi, Cianjur dan Nunukan. Cianjur dan Nunukan merupakan cabang istimewa yang terbentuk dari kekhususan produk olahan kekayaan alam setempat. Cianjur beras dan Nunukan pisang, rumput laut dan cokelat. Jumlah anggota sekitar 300 an meningkat dari 200 tahun lalu. ISMEA berdiri dan mendapatkan legalitas 2016 dengan Akta Notaris no 32, 15 Juni 2016 dan AHU-0067027.AH.01.07.Tahun 2016.

ISMEA sebagai organisasi nirlaba, tidak cukup energi dan sumber daya untuk menjalankan visi misinya sendirian, ISMEA pun menjalin banyak kemitraan dengan berbagai institusi dan LSM. Menyongsong Revolusi 4.0 ISMEA membuka pintu bagi kolaborasi dalam inovasi teknologi. Kami berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta dalam diseminasi Teknologi olahan Bekatul, yang diujicobakan pada camilan beras dan Aloe Vera dalam kosmetik, makanan dan minuman.

Tujuan pameran ini salah satunya mempromosikan hasil diseminasi teknologi Aloe Vera dan bekatul tersebut, sebagai produk unggulan ISMEA 2019-2020. Selain itu pameran ini juga memperkenalkan produk unggulan komunitas jauhnya dari Kabupaten Nunukan kecamatan Sebatik Utara yang mengolah kekayaan alamnya seperti  pisang, rumput laut dan cokelat menjadi kuliner. Cianjur sebagai lumbung beras, juga menjadi sasaran selanjutnya untuk menjadikan beras petani sebagai olahan pangan camilan dengan bekatul sebagai bagian dari diseminasi teknologi  Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Kolaborasi lain yang sudah dilaksanakan bersama Universitas Muhammadiyah dan Universitas Negeri Jakarta, pada pengolahan pakan ikan hias dengan menggunakan teknologi nano. Komunitas ikan hias merupakan komunitas yang baru di ISMEA, setelah komunitas Batik dan craft, Komunitas Aloe Vera, Komunitas makanan kering dan kuliner.

Tahun 2019 bulan Desember bagi ISMEA bukanlah akhir tapi justru merupakan awal bagi kolaborasi dengan berbagai pihak yang mengarah pada inovasi teknologi dan kreativitas anak bangsa dalam memanfaatkan kekayaan alam sebagai modal memajukan IKM. 2020 ISMEA mencanangkan gerakan menggunakan bahan baku lokal sebagai bahan dasar produk makanan, minuman antara lain rumput laut, coklat, pisang, gula batu, gula aren dan tanaman herbal yang menjadi komoditi unggulan Nunukan, Banten, juga Cianjur. Termasuk juga olahan sumber daya perikanan dan kelautan.

Prestasi lain ISMEA, setelah kolaborasi inovasi teknologi dan pemberdayaan usaha kecil berbasis pemanfaatan kekayaan alam Indonesia, kami juga membangun komunitas Wirausaha Mahasiswa dan Pemuda. Keseriusan dan kegigihan mahasiswa membangun usaha di antara kesibukannya kuliah dan tugas-tugas kampus, mereka tunjukkan dengan berani tampil dalam pameran bersama para pengusaha yang sudah lebih dahulu berkiprah. Judul kegiatan Gelar Multiproduk Asli Indonesia plus plus sesungguhnya memiliki makna,  plus mahasiswa yang plus.

Sponsor Gelar Multi Produk Asli Indonesia ++

Mahasiswa merupakan bagian dari generasi milenial, justru di era revolusi 4.0 menjadi target perkembangan inovasi teknologi. Mayoritas mereka pengguna teknologi internet secara tidak disadari mereka ikut menjadi agen penyebar produk-produk yang di share melalui media on line.

Produsen Lift Up Aloe Vera


Kemampuan menggunakan IT lebih baik dari generasi sebelumnya memudahkan mereka menggunakan berbagai aplikasi IT termasuk aplikasi bagi pemasaran industri rumah tangga, makanan, minuman, kebutuhan kuliah dan banyak lagi yang menawarkan berbagai kemudahan dan kecepatan. Dengan membentuk komunitas wirausaha Mahasiswa dan Pemuda, ISMEA berharap para mahasiswa dan pemuda dapat memanfaatkan berbagai peluang sama seperti para pengusaha yang sudah lebih dahulu di ISMEA.

Produsen Sambal Kramat

Di sisi lain, ISMEA  berharap para wirausaha mahasiswa ini bisa menjadi provokator bagi sesama mahasiswa reseller untuk mulai mengganti produk jualannya dengan produk-produk IKM. Hampir semua mahasiswa memiliki on line shop pribadi pada instagramnya, sayangnya produk yang dijual kebanyakan produk-produk luar. Dengan memberi kesempatan wirausaha mahasiswa berpameran di GELAR MULTIPRODUK ASLI INDONESIA ++ ini diharapkan mahasiswa betul-betul bisa memberdayakan dirinya dalam penggunaan teknologi bagi pengembangan usaha lokal, paling tidak usahanya sendiri.

Jakarta 17 Desember 2019

 


2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*